Rabu, 25 Februari 2015

BERSYUKUR SETIAP SAAT


Namaku         : Anik Masruroh
No. Peserta ku     : 005

     Dari begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai turun ke lantai bawah, sudah beberapa kali saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali. Dalam satu hari? Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur di dalam hati? Berapa kali yang saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bias sampai 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.

Tidak praktis kedengarannya? Kok ya aneh mengucapkan terima kasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabannya mudah saja: dengan berterima kasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin positif dalam melihat sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam kelam dan ada hitam setitik di dalam putih bersih.

     Dengan selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita mencetak keyakinan (believe) bahwa memang benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita didasari oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personifikasi dari sukses. Lantas, sampai kapan perlu mengucapakan terima kasih dan bersyukur berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.

Ah, tidak praktis, mungkin ada yang berpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini taidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, , namun dengan mengubah mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.

Berterima kasih dan bersyukur toh tidak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun. Intinya janya satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah diri. Jangan pikirka “pahala” yang Anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pula mengharapkan nasib akan berubah dalam sekejab. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakan jembatan kita ke dalam hati orang itu.

     “Terima kasih” tidak akan pernah ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut dengan senyum lebar dan hati yang sedikit lenih lembut dari pada sebelumnya.Ini saja sudah merupakan magnit yang bias membantu kita semua dalam memproyeksikan diri yang sukses ke luar. Jadi, jika ada keraguan dank e-engganan untukl berterima kasih dan bersyukur dalam skala dan frekuensi luar biasa, maka sebaiknya Anda urungkan niat Anda untuk menjadi personifikasi dari sukses itu sendiri. Aammiin …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar